Belajar Menulis

Menulis, kata yang merupakan turunan dari kata tulis yang di beri imbuhan me-, setelah mendapat imbuhan kata tulis menjadi kata kerja.

Jangan hiraukan tulisan di atas, itu adalah ucapan guru Bahasa Indonesia bagi muridnya.
Saat ini saya hanya akan mengatakan bahwa menulis merupakan kegiatan yang sering saya lakukan tapi tak pernah ada orang yang mengatakan saya sebagai penulis, kenapa?
Menurut buku yang saya baca -baru beli hari Rabu 21 Maret 2007 dengan harga Rp. 8000- bahwa seseorang bisa dikatakan sebagai penulis jika tulisannya sudah dibaca orang banyak (dipulikasikan).
Begitu juga dengan saya, hanya bisa menulis dan menulis, tak berani untuk mempublikasikannya, karena yang saya rasa tulisan saya ini sudah lumrah di tulis oleh orang lain, tentu saja saya tidak ingin dikatakan sebagai pengekor, tulisan itu berupa cerpen dan puisi-puisi cinta yang cengeng. sudah banyak kan yang menulis seperti itu?, selain itu tulisan yang saya buat menurut saya sendiri kurang bagus apalagi dibaca orang lain, mereka pasti mencibirnya.
Saya ingin menulis tapi yang beda dari yang lain apa ya?

Tapi ada satu cerpen yang akan saya post, saya harap anda semua dapat mengomentarinya atau bahkan mencibirnya…

berikut cerpen saya…..

Masa SMA memang masa paling indah, membekas dihati, terkenang di angan dan tak mudah untuk dilupakan.
Lima tahun sudah aku meninggalkan SMA tercinta, selama itu pula aku tak bertemu dengan sahabat juga pujaanku Hera yang masih menjadi rahasia.
Sebulan yang lalu Fary, sahabatku datang ke rumah, dia membawa kabar bahagia bahwa setelah Idul Fitri akan diadakan reuni kelas 3 IPA 2.
“ In nanti setelah Idul Fitri ada reuni kelas kita, Lebaran kemarin juga ada tapi kamu ko ga datang, kenapa?”
“Gak ada yang ngabarin tuh, tapi reunian nanti kamu kerumah ya, kita berangkat bareng”
“Ya kalau bisa aku pasti datang, kalau aku tidak datang, hubungi aja Iyang sebelum lebaran”
“Iya deh, tapi usahakan datang ya?”
“ Reunian kemarin Hera datang, dia tambah cantik lho. Sayang banget kamu ga datang?” Selama ini memang cuma Fary yang tau perasaanku pada Hera.
“Yang bener?, tapi Reuni nanti dia datang ga?”
“Pasti datang dia
kan juga panitianya waktu reuni yang lalu”
***
Hari ini tiga hari sebelum Idul Fitri aku menelpon Iyang dari Wartel, kebetulan pulsaku habis.
“Iyang ada bu?” tanyaku pada orang yang mengangkat telepon
“Ga ada, Iyang lagi keluar, ini dari siapa?”
“Indar bu teman SMA nya”

Ada pesan?”
“Tolong katakan pada Iyang, saya menelpon, nanyain reuni dan kalau bisa hubungi saya di nomor 08881707xxx”
“Ibu ulangi ya 08881707xxx”
“Ya, Terimakasih bu”
***
Hari berikutnya Iyang masih belum juga menghubungiku, siangnya ponselku berdering berharap itu dari Iyang, aku buka sms.
Tuk Lisan yg tak trjaga, tuk hati yg br
prasangka, tuk janji yg trabaikn, tuk
tingkah yg menoreh luka. Di bln yg Fitri
ini maafin Hera Lahir Bathin ya.
Met Lebaran …
Pesan dari : Hera 08122102xxx
Waktu : 02/11 11:12 A

Terkejut aku menerima sms dari Hera yang tak aku sangka dan ku kira rasanya seperti menemukan oase ditengah
padang pasir yang sedang aku lalui. Bahagia rasanya walau hanya sebait pesan menerima dari pujaan hati. Akupun membalasnya dengan sebait puisi sederhana.

Mnsia trcipta bkn tuk brseteru, tapi
tuk bersatu. Kta di dunia bkn tuk
saling mndendam, tapi saling memafkn.
Kumaafkan salahmu dr lhrku dr batinku,
met lebaran Hera..
Pesan ke : Hera 08122102xxx
Waktu : rab 02/11 11:18A

Untuk menanyakan masalah reuni aku kirim lagi sms pada Hera sekaligus menanyakan nomor ponsel Iyang.

Hera, sebelum puasa Fary k rmh @-.
Ktny ada reuni & @- disrh hbngi Iyang
tp ga tau no hp Iyang, Hera tau ?”
Pesan ke : Hera 08122102xxx
Waktu : Rab 02/11 11:26A

Hera ga tau no ny Iyang, Hera ga
prnh lg smsn ma dia. Maaf ya..
Pesan dari : Hera 08122102xxx
Waktu : Rab 02/11 12:26P

Didalam hati sebenarnya aku ingin lebih banyak berkomunikasi dengan Hera, dengan sms bahkan ingin rasanya aku menelpon pujaan hatiku itu. Tapi ada sebentuk rasa yang menempati hati, rasa malu untuk mengungkapkan cinta yang selama ini masih tersembunyi di bilik hatiku. Aku bahkan ingin mengatakan ingin bertemu untuk memberikan kado ulang tahun dia yang akan di rayakan 12 hari yang akan datang. Aku sangat berharap acara reuni itu terlaksana, Hera datang dan aku akan memberikan kado itu secara langsung dan akan ku ungkapkan rasaku padanya terserah apa yang akan dia katakan padaku aku hanya ingin membebaskan rasa yang terpenjara di hati.
Hari selanjutnya Idul Fitri tiba, terasa sekali kegembiraan dari keluargaku dan penduduk di desa tercintaku akan datangnya hari kemenangan itu. Ponselku sering sekali berdering penuh harap itu dari Iyang mengabarkan acara yang sangat aku tunggu. Namun yang diharapkan tak sesuai yang terjadi, deringan ponselku itu adalah belasan sms dari sahabat kuliahku dari
Jakarta, mereka mengucapkan “Selamat Idul Fitri”.
***
Dua hari setelah Idul Fitri, Fary tak datang kerumah, Iyang pun tak kunjung memberi kabar tapi pagi itu ahirnya yang aku nanti terjadi.

In ni Iyang,gmn kbr?lo tau no
tlp rmh gw dr mana?lu dah gawe?
Lama di crb?Maen donk ke sini
Pesan dari : 085691397xxx
Waktu : Sab 06/11 10:15A

Iyang yang aku harapkan memberi kabar tentang acara Reuni ternyata tak menyinggung-nyinggung acara tersebut, aku merasa kecewa namun tetap aku membalas sms itu dan bertanya lagi soal acara Reuni.

Gw baik yang, lo?, gw tau no lo dr Hera
gw blm gawe yang. Gw
kan ga tau rmh lo
yang kata fary ada Reuni, jadi ga?
Pesan ke : 085691397xxx
Waktu : Sab 06/11 10:25A

Lama aku menunggi balasan dari Iyang, sayang sekali aku tidak tahu nomor ponsel teman-teman SMA ku, cuma Hera yang nomornya aku tahu.
Dua hari kemudian akhirnya Iyang membalas sms yang ku kiri padanya dua hari yang lalu.

In kumaha, jadi teu?Is dah ada
t4,tggal anak2ny aja, lo dah hbngi&dihbngi
sapa aja?cb confirm ke Is 081324012xxx
ato Ami 081324240xxx
Pesan dari : 081327321xxx
waktu : Sen 08/09 04:32P

Ada lagi seberkas cahaya dan asa untuk bertemu dengan Hera dan sahabat-sahabat ku di masa SMA dulu, setelah membaca sms itu langsung saja aku kirim sms ke Is sahabatku yang di Ciledug.

Is, ni Indar,kt iyang dah ada tmpat
emang acaranya kpn?Is
kan tau no tmn2
hbngi aja tmn2 yang reuni kmrn dtng
Pesan ke : 081324012xxx
Waktu : Sen 08/11 04:42P

Ga tau In, is jg bngung gmn hbngi
anak2ny, teh Ami-ny jg ada di jkt.
Cba kmu ngobrol2 ma Iyang gmn baikny
Pesan dari : 081324012xxx
Waktu : Sen 08/11 05:00P

Iyang menghubungiku dengan nomor yang berbeda-beda bagaimana aku menghubunginya, ditelpon tidak ada di sms lama ngebalesnya, ah… ingin aku teriak sekencang-kencangnya saat itu. Akhirnya aku pasrah saja, kalau sahabat-sahabatku masih menganggap aku sebagai sahabat pasti kalau reuni ini terlaksana pasti aku di hubungi.
Tapi rasa rindu ingin bertemu dengan Hera setelah
lima tahun lamanya tak melihat wajahnya, memaksa jemariku untuk menekan keyped ponselku.

Hera kmu dihbngi Is ga?,ktnya
Is dah ada tmpat,tnggal anak2ny
coba Hera hbngi tmn2 yang Hera tau
No hp/rmhnya
Pesan ke : Hera 08122102xxx
Waktu : Sel 09/11 11:20A

Blm ada yg hbngi Hera tuh,
emang acaranya gmn?
Pesan dari : Hera 08122102xxx
waktu : Sel 09/11 11:38A

Hera dingin saja menanggapi acara reuni, mungkin kah dia memang betul-betul sudah tak mau bertemu dengan aku, karena selama ini aku telah mengganggu hari-harinya dengan sms yang ku kirim, surat yang ku kirim dan bosan dengan telepon-teleponku?.
***
Hari ini sudah seminggu lebih sejak Is menghubungiku. Tapi karena aku masih penasaran dengan jadi atau tidaknya acara tersebut, hari sabtu ini pun aku kirimkan sms kepada Is.

Is gmn reuni?Hera hbngi Is ga?kmrn
Hera nanya acrny, trs Indar srh hbngi Is,
jadi donk acrny?gw kgn pngn ktmu tmn2
Pesan ke : Is 081324012xxx
Waktu : Sab 12/11 09:16A

Ga ada yg sms is tuh, kynya thn
ini ga jadi, tpi mdh2an thn dpn
jadi. Is jg kngn pengn kmpul2
Pesan dari : Is 081324012xxx
Waktu : Sab 12/11 09:24A
Teramat sangat kecewa rasanya acara yang sangat aku tunggu setelah aku mengumpulkan puisi-puisiku dan kujadikan buku untuk aku berikan pada Hera, padahal kalau minggu besok acara reuni jadi momentnya sangat tepat karena hari ulang tahun Hera tinggal dua hari lagi tepatnya 14 November.
Ini semua adalah kesalahan ku sendiri sebagai lelaki hanya bisa mendamba dan tak berani mengungkapkan rasa ini padahal kalau saja aku sudah mengungkapkannya dan jawaban darinya “tidak” pun aku akan terima, karena memang apalah aku jika dibandingkan dengannya, tapi bukankah manusia diciptakan untuk saling berpasangan akupun menginginkan begitu dan aku ingin Hera sebagai pasangan hidupku.
Aku ingin sekali mengucapkan “Selamat Ulang tahun Hera…” dengan berhadapan langsung tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang hanya mengucapkan “Happy Birthday” lewat kartu ucapan, lewat telepon atau sms, akhirnya tahun inipun aku hanya bisa mengucapkan “ Selamat Ulang Tahun..” dengan sms.
Semoga tahun depan acara reuni itu terlaksana dan aku dapat melihat lagi, cantiknya wajah Hera, manisnya senyuman Hera, santunnya sapaan Hera, indahnya bola mata Hera, abu-abunya kerudung Hera, lesung pipinya Hera dan semua keindahan yang ada pada dirinya yang sampai saat ini masih aku ingat.
Harapan aku untuk bertemu dengan Hera hanya satu yaitu di acara Reuni.
#################

Ya.. Itulah Cerpen saya, apakah saya pengekor? silahkan kirim comment…… 

Komentar anda merupakan tolak ukur, Terimakasih sebelumnya atas komentar yang anda berikan.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s